Keutamaan dan Cara Taubat dalam Islam

Mengapa kita harus bertaubat?

Menurut Imam An Nawawy dalam karyanya yaitu sebuah buku yang berjudul Riyadhus Shalihin, “Para ulama mengatakan bahwa taubat dari perbuatan dosa adalah wajib dilakukan bagi setiap muslim.”

Syarat taubat

Apabila perbuatan dosa itu tidak berkaitan dengan manusia, atau dengan kata lain hanya dosa antara seseorang dengan Allah subhanahu wa ta'ala, maka harus memenuhi tiga syarat, yaitu:

  1. Menghentikan perbuatan dosa itu,
  2. Menyesal atas perbuatannya itu, dan
  3. Berketetapan hati untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa itu selamanya.

    Apabila tidak memenuhi ketiga persyaratan tersebut, maka tidak akan diterima taubatnya.
    Dan apabila dosa tersebut berkaitan dengan sesama manusia, maka harus memenuhi syarat keempat, yaitu:
  4. Harus menyelesaikan urusannya dengan kepada orang yang bersangkutan.
Jika dosa tersebut ada kaitannya dengan harta benda atau yang sejenisnya, maka ia harus mengembalikannya. Jika itu ada kaitannya dengan sumpah, tuduhan dan yang serupa maka ia harus minta maaf. Dan jika itu ada kaitannya dengan umpat-mengumpat, maka ia harus minta dihalalkan.

Seseorang yang berbuat dosa harus segera bertaubat, bila ia bertaubat hanya untuk sebagian dosa saja, maka yang diampuni juga hanya sebagian dari dosanya saja, sedangkan dosa yang lain tetap masih ada (belum diampuni).

Ayat dan Hadits mengenai keutamaan taubat

Menurut Imam An-Nawawy dalam kitab Riyadush Shalihin (taman orang-orang shalih), banyak sekali ayat Al Quran, hadits nabi, dan kesepakatan para ulama yang mewajibkan kita untuk segera bertaubat. Diantaranya ialah:

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Bertaubatlah kamu semuanya kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kamu sekalian berbahagia."
(Al Quran Surat An Nuur (24) ayat 31)

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Mohon ampunlah kamu sekalian kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya."
(Al Quran Surat Huud (11) ayat 3)

Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat."
(Al Quran Surat At Tahriim (66) ayat 8)


Adapun beberapa hadits dari Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam mengenai keutamaan taubat ialah:

  1. Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Saya mendengar Rasulullah sholallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar dan betaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap harinya.""
    (Hadits riwayat Imam Bukhari)

  2. Dari Al Agharr bin Yasar Al Muzanny ra. berkata, Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya karena sesungguhnya saya bertaubat seratus kali setiap harinya."
    (Hadits riwayat Imam Muslim)

  3. Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshary pembantu Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam berkata, Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Sesungguhnya Allah itu lebih gembira untuk menerima taubat hamba-Nya melebihi dari kegembiraan seseorang di antara kamu sekalian yang menemukan kembali unta-untanya yang telah hilang di tengah-tengah padang sahara."
    (Hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).
    Di dalam riwayat Imam Muslim juga dikatakan: "Sungguh Allah lebih gembira untuk menerima taubat hamba-Nya pada saat hamba itu bertaubat kepada-Nya melebihi dari kegembiraan seseorang diantara kamu sekalian yang berkendaraan di tengah-tengah padang pasir kemudian hewan yang dikendarainya itu lari meninggalkannya padahal di atas hewan itu terdapat makanan dan minuman orang itu, kemudian ia berputus asa untuk dapat menemukan untanya kembali, ia lantas berteduh di bawah pohon untuk membaringkan badannya sedangkan ia telah benar-benar putus asa untuk dapat menemukan kembali hewan yang dikendarainya tersebut, kemudian ketika ia bangkit tiba-tiba ia menemukan kembali hewan yang dikendarainya itu lengkap dengan bekal yang dibawanya kemudian ia segera  memegang tali kekangnya seraya berkata karena sangat gembiranya, "Wahai Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhan-Mu." Ia keliru mengucapkan kalimat tersebut karena sangat bergembira."

  4. Dari Abu Musa 'Abdullah bin Qais Al Asy'ary ra. dari Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala senantiasa membentangkan tangan-Nya pada waktu malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat jahat pada waktu siangnya, dan membentangkan tangan-Nya pada waktu siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kejahatan ketika malam hari. Hal tersebut berlangsung terus menerus hingga matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat)."
    (Hadits riwayat Imam Muslim)

  5. Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari sebelah barat, maka Allah menerima taubatnya."
    (Hadits riwayat Imam Muslim)

  6. Dari Abu 'Abdurrahman 'Abdullah bin 'Umar bin Khaththab ra. dari Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan menerima taubat seseorang sebelum nyawanya sampai di tenggorokan (sebelum ia sekarat).
    (Hadits riwayat Imam At Turmudzy)

  7. Dari Zirr bin Hubaisy, ia berkata: "Saya datang kepada Shafwan bin 'Assal ra. untuk menanyakan tentang mengusap kedua sepatu,
    kemudian dia bertanya: "Ada apa kamu datang ke sini wahai Zirr?"
    Saya menjawab: "Untuk mencari ilmu."
    Ia pun berkata: "Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya bagi orang yang mencari ilmu  karena senang terhadap apa yang dicarinya."
    Saya berkata: "Bahwasanya saya masih belum jelas betul tentang cara mengusap kedua sepatu sesudah buang air besar dan buang air kecil, sedangkan engkau adalah salah seorang di antara sahabat-sahabat Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam, maka saya datang ke sini untuk menanyakan hal tersebut kepadamu, apakah engkau pernah mendengar beliau menjelaskan mengenai permasalahan tersebut?"
    Ia menjawab: "Betul, beliau menyuruh kami bila dalam perjalanan atau dalam keadaan bepergian supaya tidak melepas sepatu selama tiga hari tiga malam kecuali karena janabah (mandi besar atau mandi junub), tetapi kalau hanya karena buang air besar, buang air kecil, dan tidur tidak perlu dilepas."
    Saya bertanya lagi: "Apakah engkau pernah mendengar beliau menceritakan tentang cinta?"
    Ia menjawab: "Betul, kami pernah bersama-sama dengan Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam dalam salah satu perjalanan, kemudian tiba-tiba ada seorang dari suku Badui memanggil dengan suara keras: "Wahai Muhammad", maka Rasulullah Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam menjawabnya dengan suara keras menyerupai suara orang Badui tersebut: "Haum." Maka saya berkata kepada orang Badui tersebut: "Coba rendahkanlah suaramu karena engkau berhadapan dengan Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam dan engkau sangat dilarang untuk berkata seperti itu." Orang Badui tersebut kemudian berkata: "Demi Allah, saya tidak bisa merendahkan suara."
    Dan orang Badui itu berkata lagi: "Bagaimana jika seseorang mencintai sekelompok orang, tetapi ia tidak boleh berkumpul bersamanya?" Lalu Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Seseorang itu akan bersama-sama orang yang dicintainya nanti pada hari kiamat."
    Beliau selalu bercerita kepada kami sampai akhirnya beliau menceritakan tentang sebuah pintu yang berada di sebelah barat di mana pintu itu sangat lebar sekali, atau seandainya seseorang akan berjalan pada pintu itu maka ia akan berjalan selama 40 atau 70 tahun lamanya." Sufyan, salah satu perawi hadits dari daerah Syria mengatakan bahwa Allah Ta'ala menciptakan pintu itu bersamaan dengan Ia menciptakan langit dan bumi; pintu itu senantiasa terbuka untuk menerima taubat, tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari arat barat (sebelum hari kiamat)."

Kesimpulan

Demikian beberapa ayat dan hadits mengenai cara dan keutamaan taubat menurut ajaran Islam. Beberapa kesimpulan yang dapat kita pelajari dan semoga dapat kita amalkan adalah:

  1. Kunci hidup bahagia di dunia dan akhirat salah satunya adalah dengan bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
  2. Taubat nasuha adalah sebenar-benarnya taubat, atau taubat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh.
  3. Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wa salam selalu memohon ampun dan bertaubat kepada Allah setiap harinya.
  4. Allah Ta'ala sangat senang menerima taubat hamba-Nya, hal ini digambarkan dengan melebihi bergembiranya seseorang ketika hewan peliharaannya (benda/harta yang paling dicintai) yang telah hilang datang atau ditemukan kembali.
  5. Pintu taubat selalu terbuka siang dan malam, hingga kiamat tiba. Pada saat matahari sudah terbit dari barat (hari kiamat), maka pintu taubat sudah tertutup.
  6. Pintu taubat juga selalu terbuka selama orang tersebut belum mengalami sakaratul maut (ketika nyawa sedang dicabut dan sudah di tenggorokan).

Semoga bermanfaat, akan dilanjutkan kembali dengan hadits nomor 8 hingga 12 di kesempatan berikutnya.

Baca juga pembahasan sebelumnya:
Bab 1: Keutamaan Niat dan Ikhlas dalam Beramal

Seri terjemahan kitab Riyadhus Shalihin ke dalam bahasa Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa kita harus niat dan ikhlas dalam beramal?

Ukuran Satuan Kilogram akan Didefinisikan Ulang oleh Ilmuwan Metrologi

Niat dan Keutamaan Puasa Asyura 10 Muharram