Jujur dalam perkataan dan perbuatan adalah kunci ketenangan hidup

Arti jujur dan keutamaan jujur dalam Islam

notebaris.info mengapa kita harus jujur dalam perkataan dan perbuatan adalah kunci ketenangan hidup
Menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, jujur adalah suatu sikap lurus hati, memilih untuk tidak berbohong (dengan berkata apa adanya); memilih untuk tidak curang (dalam permainan misalnya, dengan mengikuti aturan permainan yang berlaku). Sedangkan kejujuran merupakan sifat atau keadaan) jujur, ketulusan hati, dan kelurusan hati.

Dalam kehidupan sosial, sikap jujur akan membangun integritas kita secara personal. Sebagai seorang muslim, sikap jujur ini merupakan salah satu sifat utama Nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa salam yang harus kita ikuti. Salah satu dari empat sifat utama nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa salam adalah Shiddiq, atau dibaca Sidiq. Shiddiq memiliki makna benar. Bukan hanya benar dalam perkataan, tapi juga benar dalam perbuatan, keduanya berjalan selaras antara perkataan dan perbuatan.

Dalam kitab Riyadush Sholihin karya Imam Nawawi, pada Bab Tentang Jujur disampaikan keutamaan bersikap jujur yang bersumber dari Al Quran dan Hadits.

Ayat Al Quran tentang jujur

Ayat-ayat Al Quran mengenai jujur diantaranya adalah:
  • Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaknya kamu bersama orang-orang yang benar." (Q.S. At Taubah (9) ayat 119)
  • Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Tetapi jikalau mereka selalu benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka." (Q.S. Muhammad (47) ayat 21)

Kumpulan hadits tentang jujur

Kumpulan hadits nabi Muhammad Sholallahu 'alaihi wa salam mengenai jujur diantaranya adalah:

Jujur membawa kepada kebaikan

Dari Ibnu Mas'ud ra. dari Nabi Sholallahu 'alaihi wa salam beliau bersabda: "Sesungguhnya benar / jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga; seseorang itu akan selalu bertindak benar / jujur sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang sangat benar / jujur. Dan sesungguhnya dusta itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka; seseorang akan selalu berdusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta." (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim).

Jujur menimbulkan ketenangan

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Thalil ra. berkata, Saya menghafal dari Rasulullah Sholallahu 'alaihi wa salam: "Tinggalkanlah apa yang kau ragukan dan kerjakanlah apa yang tidak kau ragukan. Sesungguhnya jujur itu menimbulkan ketenangan dan dusta itu menimbulkan kebimbangan." (Hadits riwayat Imam At Turmudzy)

Jujur merupakan salah satu perintah Nabi Sholallahu 'alaihi wa salam

Dari Abu Sufyan Shakhr bin Harb ra. di dalam haditsnya yang panjang tentang kisah Hiraklius, dimana Hiraklius bertanya, "Apa saja yang diperintahkan oleh Nabi Sholallahu 'alaihi wa salam kepadamu?"
Abu Sufyan berkata, "Nabi Sholallahu 'alaihi wa salam bersabda:
  1. sembahlah Allah Dzat Yang Maha Esa dan janganlah kamu menyekutukan apapun dengan-Nya,
  2. tinggalkanlah ajaran-ajaran nenek moyangmu, serta beliau menyuruh kami untuk
  3. melaksanakan sholat,
  4. jujur
  5. pemaaf, dan
  6. menghubungkan sanak kerabat."
(Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim)

Jujur dalam jual beli akan mendatangkan keberkahan

Dari Abu Khalid Hakim bin Hizam ra. (ia masuk Islam sewaktu penaklukan Mekkah, sedangkan ayahnya termasuk tokoh Quraisy baik pada zaman Jahiliyah maupun setelah masuk Islam), ia berkata, Rasulullah Sholallahu 'alaihi wa salam bersabda, "Dua orang orang yang melakukan jual beli itu haruslah bebas memilih sebelum mereka berpisah. Apabila keduanya jujur dan berterus terang di dalam aktivitas jual beli itu maka keduanya akan mendapatkan berkah; tetapi apabila keduanya menyembunyikan dan ada dusta maka jual belinya itu tidak akan membawa keberkahan." (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim).

Komentar